PINDAH BLOG…. see yaa ^__^ at http://myadvancezone.blogspot.com/

ditulis pada March 12, 2012
kategori Uncategorized | Pertamax?

sudah lama saya tidak pernah aktif disini,, kenapa ya,? ingin cari suasana baru,heheh…

selanjutnya bisa jumpai saya di… http://myadvancezone.blogspot.com/

terimakasiiiiiih

Ogi Dani Sakarov

“sebuah refleksi”

ditulis pada December 30, 2010
kategori Uncategorized | 1 yang kesasar

lama anda menjaga saya,, saya pun berusaha menjaga anda,, terimakasih atas semua yang anda berikan..atas semua pengorbanan,,dan sampai sejauh ini saya manjadi…

senang mengenal anda,,, tapi saya akan menghadapi hari lebih kuat lgi.. lebih tegar lagi,, lebih dari itu semua, apa yang saya rasakan akan hilang bersama waktu..semoga saja..

dan anda, akan selalu menempati ruang yang spesial di hati saya,, akan, atau tidak lagi saya membuka ruang itu..

“sebuah refleksi”

Saya Mohon Istiqomahlah…

ditulis pada December 30, 2010
kategori Uncategorized | Pertamax?

Saya Mohon Istiqomahlah…

by Ogi Dani Sakarov on Monday, December 20, 2010 at 5:58pm

Assalamualaikum W.W

Alhamdulillah ane pribadi ucapkan karena telah diberi kesempatan untuk dapat menikmati pendidikan di UNS ini, tergabung dalam komunitas yang selalu saling menjaga dalam kebaikan, sebuah jamaah dakwah yang tidak henti-hentinya terus bergerak memperjuangkan dien ini, yang menjadikan dakwah sebagai tujuan utama, visi, misi, baik dalam lingkup individu maupun kelompok, Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin..

Sholawat dan salam juga senatiasa kita haturkan kepada syuritauladan utama kita, murabbi pertama ummat ini yang telah berhasil membentuk generasi terbaik sepanjang masa, Rasulullah Muhammad SAW..

Akhi wa ukhti fillah yang sangat ana cintai dan banggakan karena Alloh, tak trasa sudah beberapa tahun kita bersama dakwah, memperjuangkan sesuatu yang kita yakini akan membawa perubahan besar bagi Islam..yang kita yakini pula, bahwa gerbong inilah yang akan mengantarkan kita pada jannah Alloh aza wa jalla..

Tahukah antum/a apa yang ana rasakan ketika ana sadar bahwa ana memiliki teman seperjuangan seperti antum? Perasaan bangga yang amat sangat sehingga tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata..

Antum lah yang selalu ana banggakan ketika ana bercerita kapada orang tua dirumah,, antum yang selalu ana kagumi ketika ana bercerita kepada adik2 binaan tentang kisah teladan yang patut ditiru, dan antum sangat nyata..

“tahukah kalian,, disana saya punya banyak teman yang akan selalu menjaga saya dalam kebaikan? Membuat saya malu berbuat maksiat, selalu menginspirasi saya untuk beramal sholeh, mereka sangat menghormati saya, menerima saya apa adanya dan mencintai saya seperti mencintai diri mereka sendiri,,” begitulah yang selalu ana sampaikan pada teman2 ana dirumah dan semua orang yang ana kenal..

Dan ana sangat bersyukur atas hal itu..

Akhi wa ukhti fillah,, apakah antum sadar betapa berharganya antum bagi dakwah? Betapa inginya ana membersamai antum dalam setiap amal dakwah yang kita kerjakan?

Mungkin, keberadaan ana sekarang ini tidak begitu penting, ukhuwah antara kita kering, perdebatan pun sering.. tapi jangan jadikan hal ini kita jadikan alasan untuk mundur dari dakwah, karana sungguh, antum akan menyakiti antum dan dakwah itu sendiri..

Akhi/ukhti, istiqomahlah demi Alloh Rasul dan dakwah..

Akhi/ukhti, berkorbanlah demi ukhuwah..karena ukhuwah adalah bukti cinta sesama muslim, dan cinta selalu butuh PENGORBANAN.

Semoga kebersamaan dalam dakwah ini akan terus ada

sampai jannah termpat berkumpul kita..

***yuuukk kita semua bertetangga di Syurga..***

Dakwah ini sejalan dengan nafas,

akan naik turun sesuai kondisi..

NAMUN..

Dakwah adalah cinta,

tak akan ditinggal walau yg lain tumbang..

tak kan menyerah walau hanya sendiri,,

tak gentar meski terluka jiwa raga.

Tak putus mesti ditelan waktu..

Karena dakwah adalah CINTA

Dan cinta tak kenal lelah dan waktu..

Pesma Arroyan,  1431 H

Akhukum Fillah…

*ana salin dari tausyah yg pernah ana tulis untuk partner2 ana di jalan dakwah,, dan sebenarnya, ingin ana ucapkan pada semua saudara………. :’)

tetap istiqomah,, tetap hamazah.. kita saling menjaga..

(Karena memandang wanita dengan Nafsu)

ditulis pada December 30, 2010
kategori Uncategorized | Pertamax?

(Karena memandang wanita dengan Nafsu)

by Ogi Dani Sakarov on Friday, September 24, 2010 at 8:02pm


Dalam kisah Jawahirul Bukhari menerangkan bahwa Hasan Basri ( maaf , tidak ada kaitannya dengan salah satu nama anggota rantau-net) sewaktu mudanya adalah seorang yang sangat tampan. Hasan Basri sangat suka memakai pakaian yang bagus bagus dan suka berjalan jalan di sekitar kota Basrah . Pada suatu hari ketika Hasan Basri sedang berjalan jalan , maka dia melihat seorang waniat yang sangat cantik dan sangat menarik perhatiannya , lalu Hasan Basri mengikuti dari belakang gadis itu .

Wanita itu merasa bahwa ada orang yang membuntutinya , maka diapun menoleh kebelakang dan ternyata benar , lalu wanita cantik itu berkata ” wahai orang muda , apakah kamu tidak malu ? mendengar perkataan wanita itu Hassan Basri lansung berkata , kepada siapa aku harus malu ?” lalu wanita itu berkata , malulah Allah SWT yang maha mengetahui mata yang berkhianat dan mengetahui apa saja yang ada dalam hati ” Hasan Basri makin tertarik kepada wanita tersebut dan timbullah rasa cinta dalam hatinya Hassan Basri tidak dapat menahan nafsunya , lalu dia tetap saja mengikuti wanita tersebut dari belakang .

Melihat orang tersebut menguntitnya , wanita cantik itu berkata lagi ” Mengapa kamu terus mengikutiku ” Hasan Basri berkata , sebenarnya aku tepesona dengan matamu yang cantik itu ` . Begitu wanita itu mendengar jawaban orang itu maka iapun berkata “Baiklah karena kamu cinta sekali dengan mataku ` maka aku harap tunggulah disini , sebentar aku akan berikan apa yang kamu inginkan ” Setelah berkata demikian , maka wanita itu pergi , sedang Hasan Basri duduk dan menunggunya . Dalam hatinya berkata ” nampaknya ia telah menerima cintaku ” Tidak berapa lama kemudian datanglah seorang pembantu menghampiri Hasan Basri seraya menyerahkan sebuah kotak yang tertutup rapat .

Lalu Hassan Basri membuka kotak tersebut ,. Betapa kagetnya Hassan Basri dan langsung terperanjat melihat isi kotak tersebut ternyata sepasang biji mata . “Tuan putriku berkata dia tidak memerlukan mata yang menyebabkan terpesonanya seseorang seperti tuan”. Gemetarlah seluruh tubuh Hasan Basri dan berdiri bulu romanya saat mendengar kata kata pembantu itu lalu iapun memegang jantungnya dan berkata kepada dirinya sendiri ” Celaka betul kamu ini , sudah berjenggot tapi tak punya rasa malu ”

Setelah Hassan Basri menyadari kesalahannya itu , maka diapun pulang kerumah dan menangis semalaman karena menyesali segala perbuatannya itu . Keesokan hari Hassan Basri pergi kerumah wanita itu untuk minta maaf ,agar wanita itu bersedia memaafkan kesalahan yang telah dia lakukan . Begitu dia sampai dirumah wanita itu didengarnya suara wanita bertangisan , dan dia bertanya apa yang terjadi ? dan diberitahukan bahwa ada yang meninggal karena mencongkel kedua matanya . Hasan Basri kembali kerumah dan menagis selama tiga hari hari tiga malam dan menyesali segala perbuatannya , serta bertaubat kepada Allah untuk tidak lagi menjadi lelaki yang tidak sopan .

Pada malam yang ke tiga Hasan Basri bermimpi ketemu dengan wanita tersebut , dan wanita telah berada di sorga . Lalu Hasan Basri berkata ” Wahai wanita cantik jelita , maafkan kesalahanku terhadapmu . Wanita itu berkata “Sebetulnya aku telah memaffkan kamu sejak dulu dan aku telah mendapatkan kebaikan yang banyak dari Allah SWT disebabkan kamu ” Setelah Hasan Basri mendengar pengakuan dari wanita itu . Hassan Basri memohon agar berikan nasehat yang baik ” Dengarlah nasihatku ini : Apabila kamu sendirian hendaklah kamu berzikir kepada Allah SWT setiap pagi dan petang, mohon ampun dan bertaubatlah kepadanya .

Akhirnya Hasan Basri melaksankan segala nasehat wanita itu , sehingga ia termashur dengan ketaqwaannya dan ketaatannya kepada Allah serta mendapat derajat yang mulia disisi Allah serta menjadi wali kekasih Allah . Seorang wanita rela mencungkil matanya matanya disebakan hanya karena menjadi bahan fitnah , namun sekarang wanita berlomba-lomba memamerkan dan menunjukkan aurat mereka yabg seharusnya dijaga dan ditutup .

Wahai saudaraku tutuplah auratmu sebab yang akan melihat auratmu itu adalah mereka yang ingin merusakmu dan bukan yang hendak menjagamu . Apabila seseorang memandang dengan penuh nafsu , sesungguhnya pandangan itu disertai setan . Tidak akan rugi seorang wanita jika menutup auratnya melainkan dia akan mendapatkan pahala disisi Allah SWT , insyaalah ia akan selamat dari segala macam fitnah.( * )

Kisah insan insan bertaubat oleh Kasmuri Selamat MA , penerbit Lintas Pustaka 

copied from MESSAGE TAUSHIYAH.COM

Surat Untuk anda…Ahlun-Nifaq (munafik)… Part 1

ditulis pada December 30, 2010
kategori Uncategorized | Pertamax?

Surat Untuk anda…Ahlun-Nifaq (munafik)… Part 1

by Ogi Dani Sakarov on Tuesday, June 15, 2010 at 10:23pm

Surat Untuk anda…Ahlun-Nifaq (munafik) Part 1

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga: bila berbicara, ia berdusta; bila berjanji, ia mengingkari; dan bila diberi kepercayaan (amanah), ia berkhianat.” Muttafaqun ‘alaih.

Dari hadits Abdullah bin Umar disebutkan, “Dan bila berselisih, ia berbuat fajir (mengedepankan keburukan).”

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: “Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh.” Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
Ali Imran 156

dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Ali Imran 167

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang gaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.
Ali Imran 179

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.
Annisa 61

Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna”.
Annisa 62

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.
Annisa 77

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “(Kewajiban kami hanyalah) taat”. Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.
Annisa 81

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barang siapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.
Annisa 88

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,
Annisa 138

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam,
Annisa 140

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
Annisa 142

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
Annisa 145

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
Al maidah 52

(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barang siapa yang tawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Al Anfal 49

Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya”. Katakanlah: “Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu”. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka adzab yang pedih.
At Taubah 61

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.
At Taubah 67

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka adzab yang kekal,
At Taubah 68

(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka adzab yang pedih.
At Taubah 79

Ya Allah… Lindungilah hamba dari sifat- sifat tersebut,, dan orang-orang yang memiliki sifat tersebut… dan fitnah dari orang-orang yang memiliki sifat tersebut… sesungguhnya hamba sangat lemah,, sangat lemah,, sampai sampai tidak tahu kebenaran dari sebuah perkara tanpa petunjuk dari-Mu…
Berilah hamba perlindungan..

Mencintai Sejantan Ali

ditulis pada December 30, 2010
kategori Uncategorized | Pertamax?

Mencintai Sejantan Ali

by Ogi Dani Sakarov on Tuesday, June 8, 2010 at 2:04am
Assalamualaikum Waarahmatullah

Apa kabar Saudara-saudariku sekalian? Semoga Allah snantiasa melimpahkan Rahmat dan KaruniaNya kepada kita semua. Allahuma Amiin
Sudah lama tak bersua, namun kali ini Akhina punya sebuah artikel yang keren bgt tentang kisah Ali dan Fatimah Azzahra. Dariapa banyak pembukaan, mendingan Check it Out aja deh ^^
***
Bismillah….

Kisah pertama ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah. Chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah.
Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya.
Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta.
Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta.
Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn
’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!
Maka gadis cilik itu bangkit.
Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.
Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.
Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.
Mengagumkan!
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.

Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.
Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.
Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah.
Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.
Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr.
Kedudukan di sisi Nabi?
Abu Bakr lebih utama,mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi.
Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah.
Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..

Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..

Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?
Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah.
’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.
”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.
Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.

Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.
Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa,seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka,seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.

’Umar ibn Al Khaththab.
Ya, Al Faruq,sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.

’Umar memang masuk Islam belakangan,sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr.
Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya?
Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman?
Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin?

Dan lebih dari itu,’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”
Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.

Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya.
’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam.

Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam.
Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir.

Menanti dan bersembunyi.
’Umar telah berangkat sebelumnya.

Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.
”Wahai Quraisy”, katanya.

”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah.

Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau
ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”

’Umar adalah lelaki pemberani.
’Ali, sekali lagi sadar.
Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah.
Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak.
’Umar jauh lebih layak.
Dan ’Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.
Yang ini pengorbanan.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak.
Lamaran ’Umar juga ditolak.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi?
Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah?
Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah?
Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.
Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka.
Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka?
Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu?
Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.
”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
”Aku?”, tanyanya tak yakin.
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”

”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”
”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi.
Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah.
Ya, menikahi.
Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya.
Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.
Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap?
Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap?
Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.
”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.
Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya.
Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya.
Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!”
Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.
Dan ia pun bingung.

Apa maksudnya?
Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan.
Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab.
Mungkin tidak sekarang.
Tapi ia siap ditolak.
Itu resiko.

Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab.
Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan.
Ah, itu menyakitkan.

”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
”Entahlah..”
”Apa maksudmu?”
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”
”Dasar t***l! T***l!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah.
Dengan menggadaikan baju besinya.
Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya.
Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah.
Dengan keberanian untuk menikah.Sekarang.

Bukan janji-janji dan nanti-nanti.
’Ali adalah gentleman sejati.
Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel,“Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”

Inilah jalan cinta para pejuang.
Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab.
Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Seperti ’Ali.

Ia mempersilakan.
Atau mengambil kesempatan.
Yang pertama adalah pengorbanan.
Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi,dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah)
Fathimah berkata kepada ‘Ali,“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu” Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Kisah ini disampaikan disini, bukan untuk membuat kita menjadi mendayu-dayu atau romantis-romantis-an

Kisah ini disampaikan agar kita bisa belajar lebih jauh dari ‘Ali dan Fathimah bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu

Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba.

copas from Reynalds Al-Ghurabaa’
original source: http://asmafadhillah.webnode.com/

Sekuku Hitam yang Bukan Sebuah Kejengkelan dan Keluhan..

ditulis pada December 30, 2010
kategori Uncategorized | Pertamax?

Sekuku Hitam yang Bukan Sebuah Kejengkelan dan Keluhan..

by Ogi Dani Sakarov on Sunday, May 30, 2010 at 10:47am

Assalamualaikum.

Sebuah idealism yang tidak akan pernah luntur pada kami, yang telah menjadikan jalan ini sebagai sebuah visi, misi, dan jalan hidup yang akan selalu kami pegang,
Semoga,, bagaimana pun kondisinya, apapun cobaanya..seindah apapun dunia ditawarkan kepada kami,, idealism ini tidak akan luntur dari apa yang kami namakan “aqidah Islamiyah”.. dan sebuah entitas yang (insyaAllah ) akan penuh berkah yang selalu membawa pengikutnya pada stasiun – stasiun yang selalu penuh rahmah dari-Nya.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” Al Angkabut : 69
Dakwah,, akan selalu ada dan bergerak, dengan atau tanpa kita didalamnya,,harusnya kita bersyukur dan merealisasikan rasa syukur tersebut dengan suatu tindak dakwah yang bermanfaat untuk semua..tapi kadang,,kita menyia-nyiakannya,, kesempaatan yang telah Ia beri untuk kita ini, tidak kita anggap sebagai karunia yang luar biasa, malah kadang,,mengecewakan dan ”merendahkan”..
Suatu hari,,ketika seorang anak dakwah bertanya siapa orang tuanya,, maka dengan lantang semua orang akan menjawab : kamu anak dari buah interaksi kebatilan yang tiada berdasr pada norma-norma Illahiah!!!!! Dengan tersungkur menghadap Rabb yang dia sendiri mungkin tidak tahu!! Salah siapa ini????
Ketika para orang tua mengusung sebuah alat (atau lebih kasarnya disebut sarana unjuk eksistensi) yang sering disebut dengan “dakwah”. Dengan seenak-enaknya saja membuat tingkah laku yang mengecewakan (walaupun pada hakekatnya semua itu untuk mereka sendiri)! Yang menjadikan anak dakwah yang tidak tahu apa apa menjadi bersalah akibat dosa orang tuanya, menjadikan apa apa yang dibangun dengan peluh para pendahulunya seakan tak ada harganya, bahkan lebih tidak berharga dari pada hanya sekedar kertas ditengah jalan yang Cuma jadi pemburuk pemandangan, pelecehan dengan kadar yang terlalu pekat yang susah dinetralisir hanya karena para orang tua tanpa predikat “merasa tak berdosa” berkata : kami hanya menjalani seperti apa adanya…hanya menjalankan hal yang sama seperti pada orang tua kahidupan lainya. Yang semua itu biasa disebut dengan bahasa dunia : “fitrah” ,,walaupun sebenarnya, itu bukan sebuah pemakluman.
Seharusnya kita prihatin dan merasa tidak melakukan apa-apa melihat seseorang berjalan dari hutan wasilah satu ke hutan wasilah lainya, yang banyak orang menganggap bahwa dia sedang bekerja percuma dan bilang : “untuk apa?”. Dia sendiri hanya bermodalkan keyakinan bahwa “aku hanyalah kucing kecil yang akan menciptakan harimau-harimau kehidupan yang akan menerkam para orang tua (merasa) tak berdosa” yang didalam dadanya (mungkin) telah terhimpun sedemikian besar kerisauan, kebencian, dan kekhawatiran terhadap kondisi para anak – anak kehidupan yang tergolek tak berdaya menghadapi para pemangsa tak berhati tapi bernyawa !
Siapa yang membuat percuma? Apakah keberkahan tidak berbanding lurus dengan kemaksiatan?
Menangisi akan hal ini, tidak akan dapat dilakukan apapun oleh kita…
“Sebuah renungan dan koreksi untuk ana pribadi,, yang sangat sering menyianyiakan nikmat ini”

Sangat terinspirasi oleh Ust. Rahmat Abdullah alm.

Ada Apa Dengan Kita

ditulis pada December 30, 2010
kategori Uncategorized | Pertamax?

Assalamualaikum W.W
Alhamdulillah, segala puji syukur kita haturkan pada Rabb yang Maha Kuasa,,yang telah memberikan nikmat yang begitu besar kepada kita,,sehingga hati-hati kita terpaut dalam sebuah ikatan yang bernama aqidah,, dan itupulalah yang menggerakan kita untuk menjalankan berbagai aktivitas dakwah, dimana kita selalu yakin bahwa , “jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad :7)…

Sholawat dan salam juga senatiasa kita haturkan kepada syuritauladan utama kita, murabbi pertama ummat ini yang telah berhasil membentuk generasi terbaik sepanjang masa, Rasulullah Muhammad SAW..

renungan : ADA APA DENGAN KITA ?
Saudaraku, saat mobil mewah dan mulus yang kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.

Tetapi saudaraku, tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infak dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski disekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar. Saudaraku, ada apa dengan kita?

Saudaraku, kata-kata kotor dan dampratan seketika keluar tatkala sebuah mobil yang melaju kencang menciprati pakaian bersih kita. Enggan dan malu kita menggunakan pakaian yang terkena noda tinta meski setitik dan kita akan tanggalkan pakaian-pakaian yang robek, bolong dan menggantinya dengan yang baru.

Tetapi saudaraku, kita tak pernah ambil pusing dengan tumpukan dosa yang mengotori tubuh ini, kita tak pernah merasa malu berjalan meski wajah kita penuh noda kenistaan, kita pun tak pernah tahu bahwa titik-titik hitam terus menyerang hati ini hingga saatnya hati kita begitu pekat, dan kitapun tak pernah mencoba memperbaharuinya. Saudaraku, ada apa dengan kita?

Saudaraku, kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak didengarkan, hati ini begitu sakit jika orang lain mengindahkan panggilan kita, terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita meski kita seorang pejabat, pengusahan, kepala pemerintahan, tokoh masyarakat bahkan orang terpandang, kita sangat khawatir kalau-kalau orang membenci kita, dan berat rasanya saat orang-orang meninggalkan kita.

Tetapi juga saudaraku, tidak jarang kita abaikan nasihat orang, begitu sering kita tak mempedulikan panggilan adzan, tak bergetar hati ini saat lantunan ayat-ayat Allah terdengar ditelinga. Dengan segala kealpaan dan kekhilafan, kita tak pernah takut jika Allah Yang Maha Menguasai segalanya membenci kita dan memalingkan wajah-Nya, kita pun tak pernah mau tahu, Baginda Rasulullah mengenali kita atau tidak di Padang Masyhar nanti. Kita juga, tak peduli melihat diri ini jauh dari kumpulan orang-orang sholeh dan beriman.

Saudaraku, tanyakan dalam hati kita masing-masing, ada apa dengan kita? Wallahu a’lam bishshowaab.
sumber : eramuslim dan berbagai sumber

IDEALISME KAMI

ditulis pada December 30, 2010
kategori Uncategorized | Pertamax?

IDEALISME KAMI

Betapa inginnya kami
agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai
daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga
bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan,
dan terwujudnya cita-cita mereka,
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu
yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta
yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur
dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati
ketika kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci;
bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta

arkanul bai’ah

ditulis pada December 30, 2010
kategori Uncategorized | Pertamax?

arkanul bai’ah

by Ogi Dani Sakarov on Tuesday, April 13, 2010 at 1:58am
1. Al Fahmu
Faham yang menyeluruh sebagai satu dasar pemikiran yang benar, sangatlah diperlukan. Faham tidak saja dalam bidang amal, juga dalam bidang aqidah. Faham juga merupakan suatu dasar bagi suatu amal yang benar.
Faham yang sempurna dan yang benar.

2. Ikhlas
Keikhlasan seseorang tercermin dari ucapan, tingkah laku dan kesungguhannya yang ditujukan untuk mencari keridhaan Allah dan pahala-Nya.
“ Katakanlah,’ Sesungguhnya sholatku , ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah , Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri( kepada Allah ).”(QS. Al An’am :162-163).

3. Al Amal
Seseorang yang melakukan suatu aktifitas (amal) telah terlebih dahulu mendapatkan ilmunya sehingga aktifitas tersebut berjalan sesuai dengan maksud dan arahnya. Ilmu yang dimiliki yang ditunjang oleh keikhlasan akan membuahkan amal yang baik. Adapun tingkatan amal dimulai dari memperbaiki diri sendiri, membentuk keluarga muslim, membimbing masyarakat, membebaskan tanah air dari penjajah, memperbaiki keadaan pemerintah, mempersiapkan seluruh aset di dunia untuk kemaslahatan umat dan menegakkan kepemimpinan di dunia dengan menyebarkan dakwah ke seluruh penjuru dunia.

4. Jihad
Melaksanakan jihad merupakan kewajiban yang akan terus dilaksanakan sampai akhir kiamat. Berjihad memiliki beberapa tingkatan. Pertama adalah hati yang melakukan penolakan terhadap kemungkaran. Selanjutnya adalah penolakan kemungkaran dengan lisan, tulisan dan kekuasaan. Puncaknya adalah berperang di jalan Allah.
Allah Swt berfirman :
“ Dan berjihadlah dijalan Allah dengan sebenar-benar jihad.”( QS.Al-Hajj : 78)

5. Pengorbanan (At-thadiyyah )
Untukmeraih tujuan yang diinginkan mutlak adanya suatu pengorbanan, baik jiwa, harta, waktu, kehidupan dan segala sesuatu yang dimiliki. Perjuangan selalu diikuti dengan pengorbanan.

6. Taat (At-Tha’ah )
Taat adalah melaksanakan perintah dan menjalankannya dalam berbagai kondisi yang dihadapi. Ketaatan diwajibkan dalam 3 fase dakwah, yaitu :
Ta,rif ( pengenalan )
Takwin (pembentukan )
Tanfidz (pelaksanaan )
Allah SWT berfirman :
“ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-nya dan ulil amri diantara kamu…( QS. An-Nisaa : 59 ).

7. Tsabat
Tsabat adalah senantiasa teguh dan bersungguh-sungguh di jalan yang mengantarkan kepada tujuan. Tidak mengenal jauhnya jalan dan lamanya waktu yang diperlukan hingga ia menemui Allah. Salah satu dari kedua kebaikan akan didapat, yaitu kemenangan atau mati syahid.
Allah SWt berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga ! Dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Qs. Ali Imran : 200 ).

8. At-Tajarrud
Tajarrud adalah membersihkan pola pikir dari berbagai prinsip dan pengaruh individu. Tajarrud adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah.

9. Persaudaraan
Hati dan ruhani yang terikat dengan aqidah adalah wujud dari persaudaraan yang hakiki, persaudaraabn dan persatuan membutuhkan adanya cinta kasih. Wujud cinta kasih minimal adalah kelapangan dada dan puncaknya adalah itsar (mementingkan orang lain).
Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al- Hujurat :10 )

10. Tsiqah
Tsiqah adalah kepercayaan yang memberikan rasa puas dari yang dipimpin terhadap yang memimpin dalam hal kepemimpinan dan keikhlasannya. Selanjutnya kepuasan ini menghasilkan rasa cinta, penghargaan, penghormatan dan ketaatan.
Allah SWT bergirman :
“Maka yang lebih baik dan utama bagi mereka adalah tanda ketaatan dan ucapan yang baik. (Qs. Muhammad : 20-21 )

sumber : http://pak-adi.blogspot.com/2006/09/arkanul-baiat.html

lanjuut »
  • sekilas..

    Blogger dengan semua kedinamisan dalam menulis dan mencurahkan isi hati, menguntai kata menjadi sebuah kalimat dan tulisan, adalah sifat naluriah pada diri seorang blogger.Pengen konsultasi Blog?KLIK disini

  • Admin